Mereka juga saudara kita

 

Kalau kita manusia mau introspeksi ke diri masing-masing, ada beberapa kesamaan pendapat tentang keberadaan masing-masing pribadi, yang pertama adalah tentang kapan, di mana dan oleh siapa kita dilahirkan, sejujurnya akan kita katakan bahwa tidak ada seorang pun yang tahu. Kalau sekarang kita tahu, maka pengetahuan itu datang dari kata orang diluar diri kita (bisa orang tua atau yang lain). Kedua, kita lahir tanpa memilih dan tanpa bisa menolak, dan itupun tanpa sepengetahuan kita. Ketiga, untuk alasan apa kita dilahirkan menjadi anak manusia dan bukan makhluk lainnya. Siapa pun yang mau jujur akan mengatakan bahwa ia tidak tahu semua itu.

Dari kenyataan-kenyataan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa eksistensi kita sebagai manusia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan makhluk-makhluk yang lain, bahkan semisal kita terlahir jadi anak hantu sekalipun mungkin apabila mereka diberi kesadaran seperti kita, kira-kira juga akan berpendapat serupa.

Dari berbagai makhluk yang kita kenal maka binatanglah yang paling banyak berinteraksi dengan manusia. Selain bentuk tubuh, besar kecilnya, kelengkapan anggota tubuh, aneka gerakannya, warna kulit atau bulunya juga bermacam jenis suara yang diperdengarkannya semuanya menarik perhatian manusia, bahkan dari situlah kadang-kadang hidup manusia menjadi tergantung karenanya.

Konon ceritanya, banyak nabi-nabi pada jaman dahulu sebelumnya menjadi nabi adalah gembala-gembala domba. Di jaman modern seperti sekarang kita kenal adanya gaya-gaya renang yang dilakukan para peserta lomba renang seperti gaya katak, gaya lumba-lumba, gaya kupu-kupu, semua adalah meniru gerak binatang.

Dari seluruh uraian diatas, penulis berani menyimpulkan bahwa sebenarnya binatang adalah saudara muda kita sebagai manusia.

 


Komentar